TERALIHKANNYA ISU POLUSI UDARA AKIBAT PANDEMI COVID-19
Per April 2021, indeks kualitas udara di Jakarta mencapai angka 174 US AQI, menjadikan Jakarta di peringkat keempat kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Emisi kendaraan bermotor menyumbang 70 persen polutan di wilayah perkotaan dan sumber terbesar polusi kedua berasal dari industri (KLHK).
Pada tahun 2019, sekelompok warga ibu kota menggugat pemerintah atas memburuknya kualitas udara di Jakarta dengan argumen bahwa buruknya udara Jakarta berdampak besar bagi kondisi kesehatan warga. Namun, belum selesai ditindaklanjuti, isu ini seperti terlupakan dan fokus pun mulai beralih seiring maraknya pandemi Covid-19 di akhir tahun yang sama.
Padahal, menurut keterangan resmi WHO, tingkat polusi udara yang tinggi dapat menjadi salah satu faktor risiko dalam tingkat fatalitas Covid-19. Para ilmuwan yang mempelajari Covid-19 menyatakan bahwa orang yang hidup di area yang terpolusi cenderung lebih rentan terhadap Covid-19 (National Geographic, 2021). Kemungkinan yang melatarbelakanginya adalah terbentuknya suatu tekanan atau stres pada sistem pernapasan dan melemahnya sistem imun tubuh sehingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit parah akibat Covid-19. Tidak hanya itu, hal ini didukung dengan hasil riset dari Harvard pada tahun 2020 yang menyatakan bahwa wilayah dengan polusi udara tinggi, di mana 80 persen di antaranya adalah perkotaan, mencatatkan angka meninggal dunia akibat Covid-19 4,5 kali lebih tinggi dibandingkan daerah dengan kualitas udara yang baik.
Masalah polusi udara tidak bisa begitu saja dilupakan saat pandemi Covid-19 melanda karena secara langsung dapat berkontribusi terhadap tingkat fatalitas Covid-19 pada penderita dan juga melemahkan sistem imun tubuh yang menjadikan orang lebih rentan terhadap virus dan penyakit. Dengan perlahan-lahan mengurangi polusi udara, secara bersamaan orang akan lebih kebal terhadap virus Covid-19 karena menguatnya sistem imun tubuh ketika polutan tidak lagi merusak daya tahan tubuh. Bukannya dilupakan, masalah ini justru seharusnya diprioritaskan oleh semua pemangku kepentingan karena akan berpengaruh besar terhadap kelanjutan kehidupan di masa depan.
Salah satu cara mengurangi polusi udara yaitu dengan menggunakan sepeda daripada kendaraan bermotor. Tidak hanya akan mengurangi terbentuknya polutan di udara, imun tubuh pun akan menguat akibat berolahraga. Selain itu, untuk menjaga kualitas udara yang baik, sebaiknya memiliki ventilasi untuk sirkulasi udara yang baik. Masalah polusi udara ini tidak akan dapat ditanggulangi secara langsung dan akan membutuhkan setiap orang untuk turut serta berperan dalam mengurangi polusi udara.
Comments
Post a Comment