My Take On Spare Parts (2015)
Film Spare Parts ini merupakan
film yang menarik dan inspiratif. Berasal dari kisah nyata, mengisahkan
perjuangan sekelompok tim robotika dari Carl Hayden Community High School yang
pantang menyerah menghadapi berbagai tantangan dalam hidup mereka. Anak-anak
imigran yang tidak tercatat sebagai warga negara Amerika Serikat yang
senantiasa terancam dideportasi ini memiliki mimpi besar terlepas dari status
mereka. Mereka berpartisipasi dalam Underwater Robotics Competition, suatu
lomba engineering dimana mereka
membuat sebuah robot from scratch.
Berbagai penghalang seperti menyatukan tim yang terdiri dari orang-orang
bermasalah dengan latar belakang berbeda-beda, keterbatasan dana, hingga
kejaran dari petugas imigrasi tidak menjadi penghalang bagi mereka dan akhirnya
mereka pun berhasil menempati peringkat pertama, mengalahkan juara bertahan
MIT.
Dari sisi engineering design atau desain rekayasa, beberapa hal yang dapat
saya ulas, mulai dari awal yaitu defining
the problem, mendesain ROV (Remotely
Operated Vehicle) yang dapat menyelam di bawah air dan menyelesaikan
berbagai tugas. Kemudian list of
specifications yang harus dimiliki ROV tersebut seperti dapat mengukur
panjang, lebar, dan temperatur dari objek sasaran berdasarkan aturan yang
disebutkan dalam perlombaan tersebut.
Lalu mereka melakukan
brainstorming untuk menentukan desain terbaik untuk ROV mereka agar dapat
menyelesaikan semua goal yang
diharapkan dalam kompetisi ini dengan bahan yang tepat. Brainstorming ini
adalah bagian yang penting dalam membuat konsep desain. Langkah selanjutnya, Cristian
membuat sebuah hand-sketched concept
di kertas dan memberikan label pada bagian-bagian desain ROV yang mereka buat.
Dia juga menggambar beberapa bagian dengan close-up
untuk memperjelas bagaimana desain yang dia buat bekerja.
Dalam membuat desain ROV,
Cristian melakukan suatu hal yang disebut Research-Based
Strategies, dimana dia melihat desain lama atau dalam hal ini desain pada
brosur kompetisi dan membetulkan kekurangan dalam desain lama tersebut hingga
dapat membentuk suatu desain ROV baru yang lebih baik.
Lalu mereka membuat prototype desain mereka sebelum membuat
asli dalam rangka pengujian konsep dan proses kerja dari desain mereka. Guru
mereka berkata, ‘Aturan pertama engineering adalah jangan buat sesuatu dengan
bahan asli sebelum membuat model yang sudah terbukti.’ Tujuan dari membuat prototype ini adalah untuk memperkecil
resiko perlunya merekayasa ulang desain dan potensi hilangnya dana dalam
penggunaan bahan asli ketika ada suatu masalah dalam desain asli mereka.
Karena keterbatasan dana, mereka
pun kembali melakukan brainstorming mencari alternatif untuk setiap fungsi dari
desain mereka agar pengeluaran mereka berkurang, seperti penggunaan motor
listrik yang lebih murah, penggunaan meteran analog sebagai ganti meteran laser
untuk mengukur panjang objek sasaran, penggunaan pipa sebagai ganti besi untuk
melapisi ROV, dan lain-lain. Karena ini,
mereka hanya mengeluarkan uang yang sangat sedikit dibandingkan universitas
lain yang mengikuti kompetisi tersebut. Mereka berhasil menggunakan alternatif
bahan lain tanpa menghilangkan fungsi dari desain ROV mereka.
Film ini mengajari kita bahwa
sebagai seorang engineer, kita harus
memiliki kemampuan untuk berinovasi dan kreatif dalam mencari alternatif
terbaik dari suatu permasalahan, seperti keterbatasan dana, dan lain-lain.
Rania Sasi Kirana
16521042
Dibuat untuk memenuhi Tugas 6:
Review Film, kelas KU1202 Pengantar Rekayasa dan Desain Institut Teknologi
Bandung.
Citation:
Comments
Post a Comment